Search

Re-Check and Re-Launch: Marketing Strategy Post Covid 19 - Part 2

Updated: Mar 9, 2021

RELAUNCH Relaunch bisnis anda dengan 7 Key Success Factor di normal baru: Hygiene Compliance, Contact Less Fulfilment, Downsizing, Contextual Bundling, Payment Buffet, Online First, Social Media As Customer Engagement Platform 7 Key Success Factor di normal baru: Hygiene Compliance, Contact Less, Downsizing, Contextual Bundling, Payment Buffet, Online First, Social Media As Customer Engagement

Platform

  1. Hygene Compliance. Luncurkan kembali produk dan jasa anda membawa dua aspek, Safe Experience dan Safe Perception. Implementasi Safe Experience bisa dengan berbagai cara antara lain pembayaran dengan e payment, menyediakan hand sanitizer di meja kasir, pilihan delivery ke rumah, metode click and collect, menata jarak dalam antrian sampai mendesain ulang toko atau gerai dengan faktor hygien yang dibutuhkan. Untuk hal Safe Perception, Expose bagaimana perusahaan anda melakukan safety and health compliance di dalam end to end proses bisnis atau supply chain. Komunikasikan proses produksi, proses pengolahan, cara handling barang di gudang sampai bagaiaman perusahaan mengatur standard kebersihan staff.

  2. Contact - Less. Luncurkan semua layanan yang mengurangi kontak fisik antara konsumen dan staff pelayanan anda. aplikasikan prinsip online/ mobile first sebagai cara utama dibandingkan dengan channel fulfilment lainya. Contoh implementasi dari Contact-Less antara lain: Take away/ sell pick up / delivery service untuk bisnis restaurant, virtual tour untuk bisnis property, perhotelan dan parisiwata, webinar untuk bisnis training, live streaming concert untuk bisnis entertainment, e catalog lewat social media untuk bisnis fashion, Go send service untuk bisnis percetakan.

  3. Downsizing. Dalam berbagai analisa diperkirakan daya beli akan menurun dan konsumen akan lebih sensitif terhadap harga. Maka donwsizing dan bundling bisa memudahakan konsumen mengambil keputusan untuk membeli produk anda.Downsizing dapat diaplikasikan dengan cara antara lain: menjual secara "ketengan", meluncurkan packaging yang lebih kecil ( sachet / per buah / per unit), ciptakan produk versi "light" dengan mengurangi beberapa spesifikasi, membuat layanan konten berlangganan per minggu.

  4. Contextual Bundling. Menawarkan PAHE (Paket Hemat) sudah sering kita lihat, namun di masa ini bisa kita kaitkan dengan hal hal yang relevan dan kontekstual dengan suasana post pandemi. Kaitkan bundling produk anda denga produk kesehatan, kebersihan, aktifitas sosial atau kegiatan amal. Contoh implementasinya antara lain beli makanan mendapat minuman kesehatan gratis, beli handphone mendapat bonus air purifier, beli baju mendapat dapat masker yang matching, pesan delivery makanan sambil traktir driver Ojol, belanja online bisa ikut donasi amal.

  5. Payment Buffet. Buka sebanyak mungkin pilihan model pembayaran, jenis alat pembayaran dan payment terms untuk konsumen anda. Model pembayaran yang bisa ditawarkan antara lain prepaid - postpaid, pay per use, subscription model. Jenis alat pembayaran melingkupi e-money, debit/credit card, giftcard, pay by loyalty points. Terakhir untuk payment terms, buka opsi cicilan, perpanjang payment terms atau perkenalkan sistem barter value.

  6. Online-First Sales Channel. Peran penjualan online yang sebelumnya mungkin hanya gimik, pelengkap, atau untuk gengsi perusahaan sekarang menjadi cara utama dalam konsumen bertransaksi, melakukan pembayaran dan fullfillment. Hal ini mengharuskan anda mendesian seluruh proses transaksi, pembayaran dan pemenuhan dengan mindset digital first / mobile first. Tukar fungsi antara online store dan physical store. online store untuk penjualan utama, physical store lebih untuk experience and customised needs. Jadi dibalik, dulu sebelum Covid banyak bisnis yang memposisikan online hanya sebagai alternatif , sekarang waktunya untuk dirubah menjadi sales channel utama.

  7. Social Media As Customer Engagement Platform. Apa fungsi social media anda saat ini? Kalau sebelum Covid mungkin hanya menjadi etalase dan pemanis, maka post pandemi harus mengambil peran sebagai tools utama untuk berdialog dengan konsumen. ciptakan inovasi pelayanan pelanggan antara lain implementasi chatbot, feedback form di instagram, voting di IG story, buka channel youtube untuk brand, create content unboxing / product review bersama selebgram / influencer.

Tukar fungsi antara online store dan physical store. online store untuk penjualan utama, physical store lebih untuk experience and customised needs. Salah satu contoh re-launch yang dilakukan oleh Grab Indonesia, mengimplementasikan Hygiene compliance, contactless and e-payment. Mereka melakukan ini untuk menarik seluruh konsumen Grab kembali menggunakan jasanya dengan rasa percaya dan dengan tenang.

TAKEAWAY Mulai Re check sekarang untuk Relaunch segera. Rebut kesempatan untuk luncurkan bisnis model baru, inovasi yang kontekstual, perkuat online presence, buka pilihan pembayaran, sesuaikan end to end customer experience. Saya yakin jika anda adalah orang orang Half Glass Full, maka anda akan setuju dengan saya bahwa setelah selesai pandemi ini kita akan muncul lebih kuat, lebih adaptif dan inovatif dari sebelumnya dan itu semua akan menjadi booster untuk pertumbuhan bisnis anda. Jangan lupa back to basic ke produk utama, fokus pada pareto customer, sediakan fleksibel pricing dan jadikan digital channel sebagai channel utama anda. Mari kita menang dalam the new normal!

References: https://www.google.co.id/amp/s/www.cnbc.com/amp/2020/04/28/alphabet-googl-earnings-q1-2020.html https://www.thejakartapost.com/news/2020/05/18/companies-turn-to-digital-marketing-to-weather-pandemic.html

Report this


14 views0 comments

Recent Posts

See All